Renungan Mingguan Namaposo GKPS, 23 Nopember 2025
Nats : Pengkotbah 3:1-13
Tema : Segala sesuatu Ada Waktunya
Sub Thema : Agar Naposo selalu mempergunakan waktu dengan berpengharapan, serta tekun bekerja
Gunakan Waktu Dengan Berpengharapan Dan Tekun Bekerja
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai dipagi hari
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu miskin harta
Shalom Namaposo, gimana kabar hingga hari ini?
Kami berharap pastinya pemuda semua dalam kesehatan dan lindungan Tuhan. Saudara yang terkasih, ada orang yang mengatakan bahwa masa muda adalah masa yang sangat indah. Dimana masa ini adalah masa di mana kita memiliki energi, semangat, dan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita. Sayangnya, banyak orang yang menyia-nyiakan masa mudanya. Mereka menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti berfoya-foya, bermalas-malasan, dan melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Persis seperti puisi Chairil Anwar di atas, ada penyesalan di masa mudanya, seolah-olah dia baru sadar bahwa masa itu tiba-tiba datangnya. Ternyata penulis puisi ini semakin menyatakan bahwa masa mudanya dia lengah. Padahal masa muda adalah saat orang merasakan berbagai potensinya bertumbuh sangat pesat dan kuat. Potensi dan kesukaan masa muda itu hanya akan bermakna dan bertumbuh benar bila masa itu mengalami pembentukan tangan Tuhan. Itulah inti nasihat pengkhotbah kepada kaum muda dalam bagian ini. Ingat Penciptamu, jangan lewati masa muda dengan hal-hal yang tidak berguna. Justru masa muda, bukan masa tua, saat untuk mengutamakan Tuhan. Hanya dengan Dia orang muda sungguh mampu bersuka dalam keceriaan kemudaannya.
Saudara yang terkasih inilah yang disampaikan oleh Pengkhotbah atau pun Salomo kepada kita namaposo GKPS bahwa Allah menghendaki umat-Nya bersukacita dan kaum muda menikmati masa muda mereka. Tetapi semua sukacita itu harus dikendalikan dengan kesadaran bahwa Allah meminta pertanggungjawaban atas semua perbuatan dosa kita. Jikalau kita mengizinkan hidup kita merosot menjadi kesembronoan dangkal dan menikmati hal-hal yang berdosa, akhirnya akan timbul kesulitan dan penderitaan di dalam hidup ini dan hukuman di akhirat. Pemuda yang beriman harus menyadari bahwa hidup ini adalah kasih karunia Allah semata. Ia telah menciptakan dan memelihara, Ia telah memberi Yesus Kristus, agar di dalam-Nya kita beroleh pengampunan dan jaminan hidup kekal. Jelasnya setiap orang beriman berhutang nyawa kepada Allah. Tak satu pun yang dimiliki manusia (kesehatan, harta, kesempatan, dan kerohanian) yang berasal dari kemampuannya sendiri. Karena itu wajarlah bila pemuda yang beriman menunjukkan sikap hidup bersyukur kepada Allah dan bermurah hati kepada sesamanya.
Saudara yang terkasih, tahukah kita bagaimana menikmati hidup dalam Tuhan? Hidup ini bisa dijalani dalam dua macam sikap. Pertama, sikap berpusatkan manusia, yang akan menghasilkan sikap pesimis atau sikap keras dalam melihat hidup yang penuh berbagai masalah. Kedua, sikap yang berpusatkan Allah, yang menghasilkan sikap optimis dan penuh syukur, yang memandang bahwa anugerah Allah membuat hidup penuh dengan hal indah. Akibatnya, seperti halnya tiap pagi kita menyongsong fajar baru dengan penuh semangat, demikianlah orang beriman menyongsong kejutan-kejutan anugerah Allah setiap hari. Pergunakanlah sebaik-baiknya masa muda, sepanjang kesenangan hidup masih dapat dinikmati, jangan menunggu sampai usia tua ketika daya hidup lenyap. Sekalipun begitu, yang menjadi tuntunan untuk bersenang-senang haruslah jalan Allah, bukan pesta pora.
Masa muda adalah masa mencari jati diri, masa membuktikan eksistensi, masa mencari segala sesuatu yang ingin diraih dengan penuh semangat dan gairah, akan tetapi dibalik semangat itu perlu kontrol serta pembinaan agar tidak berlebihan dan tidak terjerumus kedalam hal-hal yang justru membawa keterpurukkan bahkan mendatangkan masalah yang besar sehingga masa muda yang seharusnya menyenangkan menjadi masa yang suram. Pada saat masa muda ini manusia memiliki banyak sekali keunggulan dalam segala hal selain usia yang masih brilian, semangat membara, kekuatan fisik yang mendukung/tenaga yang kuat, pikiran yang masih fresh, dan tekad yang kuat, akan tetapi masa muda ini akan dipertanggung jawabkan pada masa tua nanti karena masa mudalah yang akan menentukan kebahagiaan dimasa tua. Inilah alasan mengapa Salomo menasehati para pemuda untuk hidup dengan sukacita dan bertanggung jawab ketika berada pada puncak energi mereka yang harus berinvestasi dengan bijak dan memanfaatkan setiap kesempatan sebaik-baiknya, mengetahui bahwa Tuhan akan mengevaluasi setiap aspek kehidupan. Orang muda dapat bergembira ketika ia mengamankan alasan dan keputusannya di atas landasan iman yang kokoh, memandang Tuhan sebagai Tuhan yang adil yang akan menghakimi segala sesuatu , dan juga sebagai Tuhan yang pengasih yang ingin kita menikmati hidup. Masa muda adalah masa yang menyenangkan. Jadi, jangan heran kalau manusia pada umumnya ingin menikmati hidup selagi muda. Memang, tidak masalah jika manusia menikmati hidup pada masa muda. Namun, masalah muncul ketika kita tidak berhikmat, bahkan melupakan Tuhan.
Pengkhotbah mengingatkan bahwa apa yang kita lakukan pada masa muda akan berdampak pada masa depan, baik pada hari tua maupun kekekalan. Tindakan dan keputusan masa muda (entah baik atau buruk) merupakan investasi hidup yang hasilnya akan kita tuai pada masa mendatang. Semuda dan sekuat apa pun hari ini, kita harus menerima kenyataan bahwa hari tua pasti tiba. Sebab itu, Pengkhotbah menasihati supaya kita bisa menikmati masa muda. Asalkan, jangan melakukan hal-hal yang jahat secara fisik, moral, dan rohani yang akan merugikan kita pada masa tua. Untuk mencegah malapetaka pada hari tua, Pengkhotbah menyerukan supaya kita mengingat Tuhan selagi kita muda. Pasalnya, hidup di luar Tuhan akan menghasilkan kepahitan, penderitaan, kesepian, dan keputusasaan. Sebaliknya, kehidupan pada masa muda yang berpusatkan kepada Tuhan akan mengubah masa-masa susah pada hari tua menjadi kepuasan, sebab ada pengharapan terhadap hidup yang kekal.
Saudara yang terkasih, selaku anak muda, dalam menghadapi sebuah pilihan kita sering mengambil keputusan menurut emosi dan perasaan kita saja tanpa menggunakan akal sehat dan berpikir panjang apa akibatnya, sehingga kita sering salah untuk mengambil keputusan dalam hidup kita. Kita lebih mementingkan sesuatu yang terjadi sekarang dibandingkan dengan akibat yang akan terjadi kedepannya jika kita mengambil sebuah keputusan yang hanya menggunakan emosi dan perasaan saja. Untuk itu kita perlu hikmat dan melibatkan Tuhan saat mengambil keputusan-keputusan dalam kehidupan kita. Renungan ini mengajak kita untuk menggunakan waktu dengan selalu berpengharapan kepada Tuhan, serta tekun bekerja. Karena segala sesuatu ada waktunya, sehingga waktu yang diberikan Tuhan kepada pemuda benar-benar dimanfaatkan sedemikian rupa.. Ada begitu banyak contoh di sekeliling kita, sebuah penyesalan ketika mereka tidak mempergunakan masa muda mereka dengan baik. Sebagai anak muda kristen, kita dianjurkan untuk mempergunakan hidup kita dengan bijak untuk kemuliaan nama Tuhan. Selagi kita kuat, bawalah hidup kita untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan Tuhan. Terkadang ini menjadi pilihan yang sulit untuk kita lakukan karena kehidupan masa muda adalah masa di mana kita ingin mencoba banyak hal. Mintalah hikmat yang dari Tuhan agar memampukan kita untuk bisa menentukan pilihan terbaik dalam hidup dimasa muda kita. Tuhan Yesus memberkati semua. Amin