Tim Litbang GKPS, Praeses Distrik IX dan Majelis Jemaat se Resort Bangun Pane berfoto bersama di depan gereja GKPS Bangun Pane. (Foto: Nuriani Purba)
PEMATANGSIANTAR. GKPS.OR.ID. Ketika membahas tentang kepemimpinan di sebagian besar gereja lokal maupun denominasi nasional, jarang ditemui kepemimpinan melintasi generasi. Akibatnya, fokus dalam kepemimpinan gereja tidak memberikan prioritas pada dimensi intergenerasi, cenderung hanya pada generasi yang lebih tua, sehingga gereja-gereja tersebut mungkin tidak mengalami perubahan atau transformasi, melainkan hanya menjalani kestagnanan. Dengan demikian, kepemimpinan intergenerasi menjadi sangat penting untuk diterapkan dalam kepemimpinan gereja.
Melihat realitas tersebut, sudah sepatutnyalah pelayanan gerejawi mengikutsertakan semua generasi yang ada. Kepemimpinan GKPS idealnya bersifat intergenerasi dan digitalisasi. Seperti yang diungkapkan oleh J. Hendrik bahwa kepemimpinan harus mengedepankan prinsip relasional, yakni sebagai partner dan penolong di dalam komunitas untuk menjalankan tugasnya. Dengan demikian, kepemimpinan gerejawi bukanlah kepemimpinan yang lebih mengedepankan fungsi suportif dan akomodatif bagi segenap pihak dalam pelaksanaan tugasnya masing-masing guna mencapai tujuan bersama, bukan otoritarian.
Kepemimpinan intergenerasi tentu tidak mudah sebab memiliki tantangannya tersendiri karena diperhadapkan kepada perbedaan generasi. GKPS sebagai gereja dan lembaga keagamaan perlu melakukan riset ini untuk melihat bagaimana pratik kepemimpinan yang diaktualisasikan di tengah-tengah konteks generasi yang variatif dan digital, sehingga dapat mengkaji dan mengembangkan kepemimpinan intergenerasi agar transisi digital berjalan inklusif, berkelanjutan dan selaras dengan identitas eklesiologi.

Meskipun demikian, kepemimpinan intergenerasi akan membantu pelayanan siap menghadapi tantangan digitalisasi yang tentu sudah masuk hingga ke GKPS, sehingga perlu dipikirkan bersama bagaimana agar digitalisasi ini bisa menjadi instrument dalam rangka efektivitas pelayanan di GKPS.
Hal di atas disampaikan Kepala Litbang GKPS, Pdt. Dian Putra O. Sumbayak, M.Th dihadapan kurang lebih 50 Majelis Jemaat GKPS se-Resort Bangun Pane, pada kegiatan Riset Tentang Kepemimpinan Intergenerasi dan Digitalisasi, yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026) siang.
Ditambahkan Pdt. Dian Sumbayak, Litbang GKPS akan mengadakan riset lanjutan yang sama se GKPS, dan Resort Bangun Pane dipilih sebagai sampel pertama untuk sosialisasi dan survei. Dengan adanya riset yang dilakukan, Pimpinan Sinode melalui Litbang GKPS mendapatkan data yang utuh secara menyeluruh.
Menurut Pdt. Dian Sumbayak saat ini GKPS memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup mumpuni. Berbagai macam generasi mulai dari generasi Baby Boomers, X, Y, Z, bahkan generasi Alpha dan Beta ada di GKPS. Seluruh generasi yang disebutkannya itu hidup di era digitalisasi, dan saat ini digitalisasi sudah menjadi bagian dari masyarakat. Oleh sebab itu riset yang hendak dikerjakan Litbang bertujuan untuk melihat bagaimanakah model kepemimpinan di GKPS, dan apakah sudah terjadi kepemimpinan intergenerasi.
Diakhir pemaparannya Pdt. Dian Sumbayak menyampaikan bahwa riset yang akan dilakukan akan menggunakan mix methods, yakni: kuantitatif yang dibagikan kepada seluruh Majelis Jemaat yang hadir, dan kualitatif kepada Pimpinan Majelis Jemaat (PMJ) dan Pengurus Resort untuk menggali lebih dalam mengenai pengalaman serta pandangan mereka terhadap model kepemimpinan yang ada di GKPS saat ini serta model kepemimpinan yang diharapankan.

Pendeta GKPS Resort Bangun Pane, Pdt. Mazmuria Sinaga siap mendukung program GKPS. Salah satu wujud dukungan terlihat dari keseriusannya dalam mengkoordinir Majelis Jemaat di resort yang dipimpinnya, menyiapkan tempat dan perlengkapan dengan baik, sehingga seluruh peserta dapat fokus mendengar pemaparan riset yang disampaikan Pdt. Dian Sumbayak.

Kegiatan yang digelar di GKPS Bangun Pane ini mendapat sambutan yang baik dari Praeses Distrik IX, Pdt. Herna Purba. Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Herna menyampaikan kesiapannya untuk mendukung riset yang akan dilakukan Litbang. Tak lupa Pdt. Herna mengingatkan agar GKPS tetap memiliki tradisi yang kuat di tengah kemajuan zaman serta memiliki spirit/roh pelayanan yang identitasnya adalah GKPS.

Menutup sambutannya, Pdt. Herna mengucapkan terima kasih kepada Pdt. Dian Sumbayak, Pdt. Juna Saragih, Pdt. Fran Purba, Pdt. Nirmala Sinaga dan Nuriani Purba selaku tim dari Litbang yang memilih GKPS Resort Bangun Pane sebagai lokasi pertama diadakannya riset kepemimpinan.
Sebelum ditutup dalam doa oleh Pdt. Juna Daniel Saragih yang sekaligus sebagai moderator pertemuan, Pdt. Dian Sumbayak menyampaikan bahwa segala proses yang berjalan akan dievaluasi, diteliti, serta berkelanjutan, sehingga lewat data yang telah dikumpulkan GKPS menemukan model kepemimpinan GKPS yang relevan di tengah kemajuan zaman.
Sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan dari GKPS Resort Bangun Pane, Kepala Litbang menyampaikan cenderamata kepada PMJ dan Pengurus GKPS Resort Bangun Pane. (hks/bgs)
Pewarta: Pdt. Fran Wilson Purba
Foto: Nuriani Purba