1. Doding: Haleluya No. 120:1-2
Sai hinsah, sai gogoh, sai hinsah mardalan ho.
Sion hu nagori atas, tongkin pe ho ulang soh.
Suluhmin baen marsinalsal! Bai na lihar in mardalan ho.
Sai hinsah, sai gogoh.
Taron ma, ho Sion, taron na masahit in;
Hata-hata parlajouan, ulang habiari in.
Tatap rudang hagoluhan! Bai parroh ni hasunsahan in.
Taron ma, taron ma.
2. Tonggo
3. Ayat Harian
“Sai paluah ma halak na sinarad hu hamatean, anjaha olat ma halak na itogu hu panayatan. Anggo ihatahon ho, “Tonggor ma, seng ibagas botohnami ai,” mintor ma nani lang ibotoh sipareksa uhur pasal ai? Siparorot tonduynima ibotoh do ai, anjaha ibaloskon do bani jolma domu hubani na binahenni.” (Podah 24:11-12)
“Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan. Kalau engkau berkata: ”Sungguh, kami tidak tahu hal itu!” Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?” (Amsal 24:11-12)
4. Renungan: Allah yang Terkemudian
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
ayat harian ini menyampaikan pesan yang kuat tentang tanggung jawab sosial umat percaya dan bagaimana kita harus membagikan kasih dan perhatian kepada sesama. Ayat ini mendorong kita untuk bertindak membantu mereka yang membutuhkan, membela mereka yang tidak mampu membela diri, dan menentang ketidakadilan dan kekejaman. Ayat ini menekankan pentingnya menyuarakan pendapat bagi mereka yang tertindas, rentan, dan terpinggirkan dalam masyarakat. Ayat ini mengingatkan kita akan kewajiban moral yang kita miliki untuk menggunakan suara dan tindakan kita demi menjadikan dunia tempat yang lebih baik bagi semua.
Maka dengan tegas melalui ayat harian ini, kita didesak untuk menyelamatkan mereka yang berada di ambang kehancuran dan tidak menutup mata terhadap penderitaan orang lain. Amsal ini menekankan kewajiban moral untuk campur tangan terhadap praktik-praktik ketidakpedulian yang banyak terjadi dalam kehidupan kita. Gema dari ayat ini juga dapat kita baca dalam Yesaya 1:17, yang juga menyerukan untuk semakin menegaskan pentingnya mencari keadilan dan membela mereka yang rentan. Ayat-ayat ini bukan sekadar anjuran, melainkan arahan untuk terlibat aktif dalam memajukan kebenaran dan membantu mereka yang membutuhkan. Dalam masyarakat kontemporer kita, di mana ketidakadilan dan kesulitan merajalela, relevansi ajaran-ajaran ini tidak dapat disangkal. Entah itu melalui ketimpangan sistemik, kemiskinan, atau kekerasan, ada banyak individu yang secara metaforis maupun harfiah menghadapi keadaan yang sangat sudah dan mengalami berbagai penderitaan. Oleh karena itu dalam ayat harian ini, memiliki makna yang mendalam. “Bebaskanlah mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan.” Dengan sangat tajam dan peka, kita diingatkan supaya segera melakukan intervensi untuk menyelamatkan mereka yang berada dalam bahaya. Selamatkan orang yang terhuyung-huyung adalah seruan bagi kita supaya berusaha mencegah bahaya dan melakukan intervensi untuk mengalihkan jalur yang membawa kepada bahaya dan merusak kepada jalan yang penuh dengan keselamatan dan damai sejahtera. Sama seperti yang dilakukan Tuhan Yesus dalam seluruh hidup, pelayanan dan penderitaan-Nya, tentu kita juga diminta untuk senantiasa menjadikan sikap proaktif untuk peduli kepada sesama sebagai bagian dari panggilan kristiani kita.
Sebagai penutup, Amsal 24:11-12 juga menjadi pengingat yang menyentuh tentang tanggung jawab kita untuk membantu mereka yang rentan dan menegakkan keadilan. Dengan merenungkan ayat ini, kita memperoleh wawasan tentang peran kita dalam memupuk kasih sayang dan kesetaraan di komunitas kita. Marilah kita terinspirasi oleh ajaran-ajaran ini untuk secara aktif mengatasi penderitaan dan ketidakadilan, dengan menyadari bahwa tindakan kita tidak luput dari perhatian, melainkan dihargai oleh Tuhan. Amin.
5. Doding: Haleluya No. 458:1-2
Bai ganupan sidalananmu in Jesus ma baen hasomanmu.
Iparorot do ham tongtong ijin ronsi ondos bai tujuanmu.
Ge daoh mahol sidalananmin ulang ham mandolei ijin.
Seng boi sotto ham bahenonni in asal Jesus baen hasomanmin.
Sanggah loja ham mamingkiri in bani Jesus patugah in.
Na ngayotan ham bani dalanmin ai ibotoh do ganupan in.
Ge daoh mahol sidalanamin ulang ham mandolei ijin.
Seng boi sotto ham bahenonni in asal Jesus baen hasomanmin.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS