
Bahan Renungan Remaja, 21 Juni 2026 (3 Set. Trinitas)
Nats : Roma 12:14-21
Tema : Pendamai
Lakukan yang baik bagi semua orang
Pengantar
Barangkali kita pernah mendapatkan perlakuan yang tak menyenangkan dihati kita baik itu melalui orang yang kita kenal maupun yang tak kita kenal. Dalam Roma 12:14-21, Paulus menulis tentang bagaimana umat Kristen harus menghadapi orang-orang yang telah menganiaya mereka. Paulus sudah menganggap bahwa jemaat yang ada di kota Roma seperti anak-anaknya sendiri. Sama seperti orangtua kita, selalu menasihatkan hal-hal yang baik dan benar kepada anak-anaknya, kemudian agar berperilaku baik kepada semua orang. Kita benar-benar anak Tuhan yang telah hidup di dunia yang gelap, di mana ada banyak kebencian, konflik bahkan sampai perang, serta adanya kekerasan. Hidup anak-anak remaja haruslah sebagai anak-anak terang, yang membawa cahaya kedamaian bagi dunia ini.
Penjelasan
Menjadi Pendamai
Tentu semua kita menyukai kedamaian. Kedamaian memberikan sebuah semangat baru untuk menuju ketenangan hidup di dunia ini. Menjadi pendamai artinya kita harus menjadi orang yang membawa damai, yang kehadiran kita menyelesaikan konflik dan membawa kasih kepada orang lain. Sebuah rumah yang besar akan terasa kosong apabila tidak diisi dengan suara tawa dan saling berbincang, maka sebaliknya apabila kehadiran kita dapat memberikan kehangatan serta kedamaian maka suasana rumah itu akan selalu kita rindukan. Karena itu dikatakan pada Roma 12:16 “hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah berpikiran congkak, tetapi arahkanlah dirimu kepada mereka yang rendah. Janganlah menganggap dirimu pandai.” Mulailah dahulu dari diri kita untuk menjauhkan sifat-sifat manusia yang sombong, sebab kesombongan tidak akan menghasilkan berkat, namun sifat manusia yang rendah hati akan disenangi Tuhan dan orang lain. Untuk mencapai sifat pendamai apa yang harus hita perbuat:
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi balaslah kejahatan dengan melakukan kebaikan. Anak-anak pendamai yang sudah diterangi oleh Firman Allah, hidupnya harus berlaku seperti anak-anak terang. Mengapa kita harus menjadi pendamai? karena Tuhan kita adalah Tuhan pendamai. Kedamaian yang telah diberikannya melalui Putra-Nya Yesus Kristus kepada kita orang percaya membuktikan bahwa Yesus patutlah menjadi contoh teladan yang baik. Dunia ini rusak karena dosa serta keangkuhan manusia, tetapi kita tidak boleh membalaskan kesalahan orang lain. Sebab Yesus Anak Allah, tidak pernah mengajarkan pembalasan akan tetapi Ia sendiri selalu mengajarkan kasih kepada kita umat-Nya.
Kita dipanggil untuk mengasihi orang lain, bahkan musuh-musuh kita. Kasih adalah kekuatan yang dapat mengubah dunia. Tanpa kasih manusia tidak akan dapat menjalin hubungan dengan Allah Bapa. Kasih Allah adalah kasih agape, kasih tanpa syarat yang tidak perlu balasan. Betapa kita tidak bersyukur dengan anugerah yang telah diberikan kepada kita menggiring kita untuk selalu menyatakan tekad kita bahwa anak-anak remaja harus menjadi pendamai, membawa damai, dan mengubah dunia ke yang lebih baik lagi.
Refleksi
Adik-adik anak remaja, manjadi pendamai bukanlah tugas yang mudah. Kita hidup di dunia yang telah rusak akibat dosa, di mana ada banyak konflik, kebencian, dan kekerasan. Akan tetapi sebagai anak-anak Tuhan, kita dipanggil untuk menjadi pendamai, membawa damai, dan mengubah dunia melalui kasih. Mulailah dari diri sendiri belajar menjadi pendamai, kita harus menjadi contoh yang bagi orang lain. Kita harus memiliki hati yang lembut dan mengasihi orang lain. Mari memberikan diri untuk senantiasa mau mendegarkan dan memahami orang lain, jangan sekali-kali kita menjadi sumber keributan pada setiap pertemuan-pertemuan. Alangkah indahnya jika dunia ini dipenuhi oleh anak-anak pembawa damai yang selalu menunjukkan kasih serta kepedulian kepada orang lain. Percayalah kepada Tuhan yang selalu bersama-sama dengan kita dan akan membantu kita untuk menjadi anak-anak pendamai, membawa damai, dan mengubah dunia menjadi lebih baik lagi. Amen.