
Sai tundali na madorsa, sai dompakkon Naibata.
Tanda na tongon porsaya ho bai Tuhan Naibata.
“tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.”
Sebagai anak-anak Allah, maka kita dimasukkan oleh Roh Kudus ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah adalah ciptaan Allah yang memiliki masa depan, dan masa depan itu terkait dengan kehidupan kebangkitan yang Allah bawa kepada anak-anak-Nya yang terkasih. Identitas yang menjadi milik kita melalui Roh sebagai anak-anak Allah disempurnakan ketika tubuh kita ditebus dan seluruh ciptaan diantar ke dalam kemuliaan yang telah dianugerahkan Allah, pertama-tama kepada Kristus, dan kemudian kepada kita (Roma 8:18, 21, 23).
Dengan demikian, rencana Allah yang mulia yang dinyatakan dalam karya dan pelayanan Tuhan Yesus itu sedang dialirkan melalui kita sebagai anak-anak Allah. Maka sebagai anak-anak Allah kita harus merespons panggilan tersebut. Respons kita yang terbaik adalah dengan tidak menjadi bagian dari perbudakan kebinasaan. Kita tidak boleh dan tidak lagi hidup menurut daging dan keinginan duniawi. Sebagai anak-anak Allah, kita telah berada dalam fase baru, yaitu kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.
Sebagai anak-anak Allah yang telah mengalami kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah, maka tidak ada satu hal apapun dalam dunia ini yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Dalam kehidupan ini bisa saja kita mengalami penindasan, kesesakan, penganiayaan, penderitaan, kesulitan ekonomi, pergumulan hidup dan berbagai situasi yang tidak menyenangkan. Tentu sebagai anak-anak Allah kita menghadapi semua itu dengan menjadi lebih daripada orang-orang yang menang, karena Tuhan Yesus yang telah mangasihi kita. Dengan demikian menghidupi kemerdekaan anak-anak Allah merupakan kekuatan dan anugerah bagi kita. Di dalam kuat kuasa Roh kudus, kita telah dipersatukan dengan Kristus dan kekuatan Kristus melalui Roh Kudus sudah ada di dalam diri kita. Kekuatan itulah yang kita pakai dan menjadi penuntun bagi kita, sehingga kita akan berjalan dengan keyakinan iman. Keyakinan iman kita adalah keyakinan yang penuh kemenangan karena Allah ada di pihak kita.
Sebagai anak-anak Allah yang berada di pihak Allah tentu kita juga akan mewujudnyatakannya dengan perbuatan kasih kepada Tuhan Allah, kepada sesama dan kepada ciptaan. Ketika pada hari ini banyak orang yang mengucapkan, “Happy Valentine’s Day,” maka kita akan menerjemahkan “Happy Valentine’s Day” sebagai kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah, di mana kita akan semakin merdeka untuk mengasihi Tuhan, sesama dan ciptaan Allah dengan kemuliaan yang diberikan Tuhan bagi kita. Amin.
Dousa pakon kuasani, ampa sipangagou in.
Sai marhoih do ganupan, bani paruntolon in.
Sai sondangkon ma holong-Ni, das bai hagolapan in.
Ase haganup pardousa, ipaluah Naibata.
Kantor Sinode GKPS