
Ai pintor uhum-Mu bai harajaon-Mu.
In ihutkononku, baen hagoluhanku.
Dob tangkas hubotoh sonang i lambung-Mu.
Ai pintor uhum-Mu bai harajaon-Mu.
“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;” (Yohanes 16:8)
Dalam mengingatkan orang percaya untuk memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka dalam Injil Yohanes dipakai istilah “menghukum.” Istilah ini adalah kata yang bertujuan untuk mengungkapkan ketidaksetujuan atau menyoroti kesalahan. Dalam hal ini Roh Kudus melakukannya dengan lembut dan penuh kasih. Yesus menjelaskan bahwa hukuman akan berfokus pada tiga aspek utama, yaitu: dosa, kebenaran, dan penghakiman. Masing-masing memiliki kepentingan yang signifikan. Dosa adalah tentang mengenali kekurangan kita dan hal-hal yang memisahkan kita dari Tuhan. Ketika kita menemukan diri kita bergumul dengan rasa bersalah atau malu, ini sering kali merupakan Roh yang bekerja untuk membimbing kita kembali kepada terang Kristus.
Kebenaran berkaitan dengan penetapan standar berdasarkan ajaran dan kasih Allah. Kebenaran mengajarkan kita bagaimana kita harus hidup dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Di dunia yang sering kali mempromosikan nilai-nilai yang tidak sejalan dengan ajaran Allah, kita dapat yakin bahwa Roh Kudus akan menuntun kita kembali kepada apa yang benar dan sejati. Terakhir, konsep penghakiman berfungsi sebagai peringatan – pengingat bahwa ada konsekuensi atas tindakan kita. Namun, konsep ini juga berfungsi sebagai dorongan bahwa melalui Yesus, kita dapat menemukan belas kasihan dan kasih karunia bahkan di tengah penghakiman.
Dengan demikian, melalui ayat harian ini semakin jelas bagi kita tentang representasi yang indah dari kasih dan karunia Allah. Karena Ia mengasihi kita, Ia tidak membiarkan kita dalam dosa-dosa kita. Sebaliknya, Ia menyediakan jalan keluar melalui Roh Kudus. Ketika kita merasakan dorongan atau pengingat itu, maka itu dapat menjadi panggilan kita untuk bertindak. Penting bagi kita untuk mengindahkan bimbingan Roh Kudus, mengenalinya sebagai undangan yang penuh kasih karunia untuk bertumbuh dan hubungan yang lebih dalam dengan Kristus. Di tengah dunia yang begitu banyak menawarkan kebenaran dan penghakiman, maka sebagai orang yang dituntun Roh Kudus, kita hanya akan berjalan dalam tuntunan-Nya, sehingga kita akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Amin.
Ham tongtong hasomankin, seng be ganggu uhurhin.
Sanggah bai na golap in, tong ijaga Ham do au.
Sai hutangar sora-Mu, sanggah na tarsosak au.
Ai niMu: Hu togu pe ho hu surga in use.
Kantor Sinode GKPS