
Ambungkon humbai uhurmin na so margagan in.
Ganup na humbai Tuhan in ramot ma jaga in.
“Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar.”
Dalam praktik hubungan dengan sesama, kabar bohong ini dapat saja disebarkan untuk menutupi kesalahan, untuk membela orang dekat kita, menutupi kejahatan yang sudah dilakukan dan juga mungkin saja menjaga harga diri karena telah berbuat salah atau melanggar hukum atau aturan yang berlaku. Ketika kita berbeda dalam pihak yang ikut menyebarkan kabar bohong, itu berarti kita sedang melibatkan diri dan masuk ke dalam kejahatan dan dosa yang dilakukan orang yang bersalah tersebut. Tindakan dan hati yang sedemikian adalah jahat dan menodai kebenaran TUHAN yang sudah diberikan dalam hidup kita. Untuk itu, dengan tegas ayat harian ini berkata supaya jangan menyebarkan kabar bohong dengan alasan apapun. Kebenaran dan perintah TUHAN ini harus menjaga hati dan tindakan kita, sehingga kita tidak akan dikalahkan oleh perasaan iba, perasaan sebagai sesama teman, perasaan melindungi seseorang, dan secara khusus menutup-nutupi dosa dan kejahatan. Itu adalah perbuatan yang keji di mata TUHAN.
Kemudian kita juga diminta untuk tidak membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar. Kata Ibrani untuk “orang fasik” berarti “pihak yang salah.” “Saksi yang tidak benar” atau secara harfiah “saksi kekerasan” adalah orang yang memberikan kesaksian palsu untuk membebaskan orang yang bersalah. Kebenaran mendasar yang hendak disampaikan dengan pesan ini adalah supaya kita tetap mencintai keadilan dan jangan memutarbalikkan kebenaran. Jangan menyebarkan berita palsu. Jangan bekerja sama dengan orang jahat dengan berbohong atas nama mereka. Kita harus sering bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya telah berlaku adil kepada orang lain, mencintai kebenaran, dan berjalan dekat dengan Tuhan?” Jika jawabannya tidak, maka sudah saatnya bagi kita untuk memperbaikinya dengan bertobat di hadapan-Nya. Mari kembali kepada kesadaran dengan doa, “TUHAN, ampunilah dosa-dosa kami. Ubahlah hati kami dan jadikan kami seperti-Mu.”
Ketika kita menjauhkan diri dari menyebarkan kabar bohong dan tidak menjadi saksi yang tidak benar, maka kita akan kembali kepada panggilan TUHAN kepada kita. Tuhan Yesus berkata “Tetapi hendaknya perkataanmu demikian. Jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak: Karena semua yang di luar itu datangnya dari si jahat” (Matius 5:37). Tuhan itu kudus dan setia, Tuhan menuntut kita untuk menjadi orang yang jujur. Hanya orang yang jujurlah yang selalu sejalan dengan kehendak Tuhan. Amin.
Imbang, ase tong maringgas pabulatkon uhurmin.
Bai Tuhanta Jesus Kristus; Sai tundalhon dousa in.
Sai gomosi partonggoan bai Tuhanta Jesus in.
Ulang ho marparsaranan borngin ‘ge arian in.
Kantor Sinode GKPS