
Sol pagoluhon-Ni ganup jolma in.
Sol pasonangon-Ni ‘ge parjahat in.
Asal itangihon haganupan in.
Hata hagoluhan binoan-Ni in.
“Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.” (Mazmur 51:5)
Inilah salah satu pekerjaan terberat kita sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, yaitu memiliki kesadaran. Apakah kita sadar bahwa dengan kalimat yang baru saja kita ucapkan kepada seseorang, ternyata telah membuatnya merasa bersalah dan menjadi ketakutan? Apakah kita sadar bahwa dengan satu perbuatan yang baru saja kita lakukan, ternyata telah menyakiti orang di sekitar kita dan membuatnya merasa tidak dihargai? Apakah kita sadar bahwa dengan satu pikiran yang baru saja kita pikirkan, ternyata telah membuat Tuhan merasa sedih? Saat kita sadar, maka saat itulah kita memahami bahwa kita bukanlah manusia yang sempurna. Saat kita sadar, maka saat itulah kita membutuhkan pengampunan dari Tuhan.
Setelah sadar akan pelanggarannya, Daud memohon kepada Allah agar Ia menyembuhkan anak yang dilahirkan Batsyeba. Ia berpuasa dengan tekun sambil berbaring di tanah. Ia bahkan tidak mau makan selama itu. Namun setelah hari ketujuh, matilah anak itu, dan Daud mengerti apa yang telah terjadi. Ia bertukar pakaian, masuk ke dalam rumah Tuhan dan sujud menyembah. Ia berlaku menjadi seorang yang sadar akan pelanggarannya, yang memohon ampun dan belas kasihan dari Tuhan, sampai Tuhan menjawab permohonannya. Setelah Tuhan menjawab doanya, ia tetap menjalani hidupnya dan tidak melupakan Tuhan dalam penyembahannya. Walau ia bergumul dengan dosanya, namun ia tidak undur dari Tuhannya. Dengan sangat keras ia memohon kepada Tuhan agar mengampuni pelanggaran dan dosanya. Inilah dampak dari kesadaran yang muncul dari diri Daud, dan itu jugalah yang menjadi refleksi bagi kita hari ini. Asahlah pikiran dan perasaan kita setajam mungkin, sehingga kita benar-benar mampu untuk menyadari dampak dari segala sesuatu yang kita ucapkan, lakukan, dan pikirkan, tidak hanya kepada orang lain, namun juga kepada diri kita sendiri, terlebih lagi kepada Tuhan. Amin.
Kantor Sinode GKPS