
Naibatangku hasomanku ‘ge marsitaronon au.
Ia do tongtong Bapangku hinaholongan-Ni au.
Sai tenger do uhurhin, Naibata hasomankin, sadokah-dokahni in.
“Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.”
Kelahiran Yesus dan kematianNya di kayu salib adalah sebuah akibat, yaitu akibat dari kejatuhan manusia di dalam dosa. Namun, akibat tersebut secara bersamaan memunculkan akibat yang lain. Bukankah kita mengingat, bahwa saat kematian Yesus di kayu salib kemudian “tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,” (Mat. 27:51). Apa arti dari semuanya itu? Tabir Bait Suci, yang memisahkan ruang kudus dan ruang maha kudus dalam Bait Allah, telah menjadi pemisah antara Allah dengan umatNya selama sekian periode dari bangsa Israel. Tabir itu adalah pemisah bahwa Allah hanya dapat ditemui oleh imam besar, yang menjadi perantara antara umat Tuhan dengan Tuhan. Namun saat kematian Yesus, pemisah itu terbelah dua, yang membuatnya tidak tertutup lagi. Siapa pun bisa melihat ke dalamnya dan siapa pun bisa masuk ke dalamnya. Maka, itulah yang dimaksudkan oleh ayat harian kita hari ini, bahwa di dalam Dia, maksudnya melalui kematian Tuhan Yesus, tidak ada lagi ketakutan dalam diri kita, karena kita justru telah beroleh keberanian. Keberanian untuk apa? Keberanian untuk datang kepada Allah dengan penuh kepercayaan. Datang dengan penuh kepercayaan berarti tidak dibayang-bayangi rasa khawatir dan takut lagi. Datang dengan penih kepercayaan berarti menunjukkan intensitas iman kita.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
saat kita mau datang kepada Allah, misalnya mau berdoa kepadaNya, maka kita bisa secara langsung melakukannya tanpa perantara. Tuhan Yesus telah menyediakan jalan bagi kita untuk melakukan hal tersebut. Tidak ada lagi yang menghalangi kita dengan Tuhan Allah di sorga. Maka, sebaiknyalah kita tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Amin.
Tangihon pandilo-Ni hu parmunsuhan in;
Irikkon ma hata-Ni mangimbang dousa in.
Tuhanmu hasomanmu manahan munsuh in.
Tongtong sai hatengerhon Tuhanta Jesus in.
Kantor Sinode GKPS