
Na pansing na pansing hotak-Mu i surga,
halak na mapansing manrogop hu Bamu.
Haganup malekat sai mamuji Tuhan,
Raja na sangap sadokah ni in.
“Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.” (Amsal 16:2)
Mengapa hati perlu diuji? Amsal 4:23 mengatakan, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Dari hatilah terpancar kehidupan. Hidup yang berkualitas atau tidak, berawal dari hati yang berkualitas atau tidak. Omongan yang membangun atau tidak, bersumber dari hati yang jernih atau tidak. Maka, hati itu sangatlah penting dalam kehidupan kita. Seringkali kita menganggap bahwa jalan pikiran kita telah benar dan bersih, namun saat diperhadapkan dengan orang lain, atau saat diperhadapkan dengan firman Tuhan, ternyata jalan pikiran kita tersebut belum menjumpai sasaran yang sesungguhnya.
Sejak hari ini dan seterusnya, marilah kita selalu menyerahkan jalan pikiran kita kepada Tuhan. Dialah yang paling memahami jalan pikiran dan isi hati kita. Segala sesuatu yang diberkati dan disertai Tuhan, termasuk hal-hal yang bersumber dari hati kita, pastilah juga akan menjadi berkat bagi orang lain. Itulah mengapa ada lagu yang sebagian liriknya mengatakan, “Selidiki aku, lihat hatiku, apakah ku sungguh mengasihiMu, Yesus? Kau yang mahatahu dan menilai hidupku, tak ada yang tersebunyi bagiMu.” Amin.
Hupindahi apoh-apoh pitah bani holong-Mu.
Sanggah na tarsosak ahu Ham ma na manogu au.
Mangakuhon songon Jesus bani sitaronon-Niin.
Seng rosuhku pasaudonku pitah rosuh-Mu Tuhan.
Kantor Sinode GKPS