1. Doding: Haleluya No. 4:1-2
Puji Jahowa na sangap anjaha mardohar.
Hita ganupan na ringgas na megah maruhur.
Martumpu rup marolob-olob ganup, haganupan manisia.
Puji Jahowa, Naibata sigomgom ganupan.
Na mambobai ho songon tinogu ni tangan.
Hosahmu pe, sai iparorot hape, songon pinindomu Bani.
2. Tonggo
3. Ayat Harian
“Domma ipajonam Jahowa paratas-Ni i surga, anjaha panggomgomion-Ni manrajai haganup.” (Psalmen 103:19)
“Tuhan sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.” (Mazmur 103:19)
4. Renungan: Tuhan Sudah Menegakkan Takhta-Nya
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
kita biasa mengutip ayat-ayat Mazmur 103 untuk dijadikan pujian kepada Tuhan. Dasar pujiannya adalah kasih setia Tuhan terhadap umat-Nya. Pemazmur mengajak jiwanya sendiri untuk memuji Tuhan. Alasan pemazmur memuji Tuhan adalah karena perbuatan-perbuatan baik Tuhan, yakni: mengampuni, menyembuhkan, menebus, memahkotai, dan memuaskan.
Pemazmur memuji Tuhan karena kasih setia-Nya terbukti dan teruji. Dosa diampuni, sakit disembuhkan, hari-harinya menjadi bersemangat seperti rajawali. Selanjutnya pemazmur memaparkan karya kasih setia Tuhan yang dialami umat-Nya. Walau umat Israel sering memberontak, mereka telah mengalami banyak kesabaran dan kesetiaan Tuhan. Sesuai dengan sifat-Nya sendiri, manusia mendapatkan berulang kali pengampunan, kesempatan kedua, dan seterusnya. Tuhan adalah Bapa bagi anak-anak-Nya. Ia tahu manusia itu fana. Kasih setia-Nya yang kekal melampaui dan menutupi kefanaan manusia.
Pemazmur mensyukuri bahwa sekalipun manusia terbatas dan lemah di bumi ini, namun Tuhan yang kekal menegakkan takhta-Nya berkuasa atas segala sesuatu. Pemazmur meyakini akan kehadiran dan keterlibatan Tuhan dalam hidup manusia, khususnya pemegang perjanjian-Nya. Pemazmur kembali mengajak kita untuk mengatakan, “Pujilah! Pujilah! Pujilah!” Lalu pemazmur menutup dengan, “Pujilah Tuhan, hai jiwaku!” Ajakan ini diluaskan kepada para malaikat, yaitu pahlawan pelaksana firman, kepada para tentara atau pejabat. Mereka mungkin menunjuk kepada semua orang yang dipanggil untuk menjalankan fungsi pewartaan firman. Di dalam Kristus, kita telah menerima pengampunan tuntas dan oleh Roh-Nya kita menikmati hidup yang bermakna. Mari kita memuji Tuhan mulai dari diri sendiri dengan tulus dan penuh semangat, maka kita akan menggerakkan orang lain, bahkan seluruh ciptaan untuk memuji-muji Tuhan. Jangan kita sia-siakan anugerah yang begitu besar. Sebaliknya, bersama dengan segenap makhluk ciptaan-Nya, kita menggemakan pujian hanya bagi TUHAN. Amin.
5. Doding: Haleluya No. 407:1-2
Puji ma Jahowa Tuhan Naibata, ai marjumbalang do goranNi in.
Haganupan jolma sai marsombah ma, sai hagoluhkon HataNi in
Holsoh haganupan mambur, tubuh ma malas ni uhur.
Gok bai pangarapan holong na totap, rap mangolobkon GoranNi in.
Ningon do marsombah bani Naibata, puji ma Ia pargogoh do in.
Ulang marnaloja sai irikkon ma, rap mambalosi Hata-Ni in.
Holsoh haganupan mambur, tubuh ma malas ni uhur.
Gok bai pangarapan holong na totap, rap mandodingkon Haleluya.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS