
“Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”
Syair yang diungkapkan Yesaya ini mengingatkan kita kepada Yesus Kristus sebagai Hamba Sejati. Apakah rahasianya sehingga Ia dapat memberi semangat baru kepada yang letih lesu? Pertama, Ia memelihara hubungan dengan Bapa di sorga. Ia telah didisiplinkan untuk mengutamakan Tuhan dengan mendengarkan firman Tuhan tiap pagi. Maka kata-kata yang diucapkan-Nya pada orang banyak bukanlah kata-kata-Nya sendiri, tetapi kata-kata dari lidah seorang murid. Kedua, Ia telah menerima semua proses pembentukan yang Tuhan izinkan. Proses pembentukan itu berat, tetapi melaluinya Ia terbentuk tegar. Hamba Tuhan yang sejati taat kepada firman dan yang tabah menanggung derita itu memiliki wewenang ilahi. Ia kini memanggil orang yang merindukan kebebasan dan mendambakan kehidupan yang berbahagia. Hamba Tuhan itu kini memperhadapkan kita dengan tawaran: hidup atau mati, terang atau gelap, berkat atau kutuk?
Kita sebagai orang percaya harus bersedia untuk dicemooh, dipukul, atau dilukai sebagai konsekuensi atas ketaatan kepada firman Tuhan. Dalam saat demikianlah hamba Tuhan belajar berteguh hati di dalam Tuhan. Rela menyerahkan diri untuk dididik Tuhan serta ditempa keteguhan imannya. Dan firman Tuhan memberikan keyakinan bagi kita bahwa Tuhan tidak akan mempermalukan kita para hamba-Nya. Hidup kita yang mengandalkan kuasa Roh Kudus memampukan kita melayani-Nya dengan penuh kesetiaan. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS