
“Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka!”
Tuhan pun telah memahami reaksi apa yang ditunjukkan oleh Yeremia. Sebab itu, Tuhan menggunakan berbagai cara untuk menyentuh seluruh aspek pribadinya seperti fisik, imaginasi, intelektual, dan perasaan. Tuhan juga menggunakan sentuhan fisik, permainan kata, lambang-lambang dalam penglihatan, puisi, metafora-metafora yang membesarkan hati. Yeremia bersedia memenuhi panggilan Tuhan dengan menyatakan suara Tuhan. Tuhan telah berhasil meyakinkan Yeremia bahwa betapa pentingnya berita bencana itu harus disampaikan kepada Yehuda supaya mereka nantinya dapat kembali menjadi umat pilihan Tuhan yang kudus dan taat. Walaupun tidak ada yang mendengar dan ia dibuang dalam pengasingan bahkan nyawanya menjadi taruhan, namun Yeremia terus mewartakan suara Tuhan.
Seperti Yeremia, pengikut Kristus diutus ke dalam dunia yang siap menentang, bahkan memangsa. Ketika kita bersaksi bagi Tuhan dan mewartakan kebenaran-Nya, wajar juga bila ada rasa gentar dan bimbang. Tetapi Tuhan tidak membiarkan kita digilas oleh angkara lawan-Nya. Tuhan yang telah mengalahkan dunia menegaskan, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Di balik kekurangan-kekurangan yang ada pada kita, Tuhan memperlengkapi agar dapat melaksanakan tugas dan perutusan-Nya di dunia ini. Jadi, jangan gentar dan bimbang. Amin.
Kantor Sinode GKPS