
O Tuhan tiap jam, sai hasomani au.
Ai anggo rapkon Ham sibolis in pe lao.
Bai haganup ianan, Ham do hupindahi.
Na roh do au sonari holong ma Ham.
“Sebab Aku akan membuat segar orang yang lelah, dan setiap orang yang merana akan Kubuat puas.” (Yeremia 31:25)
Pemulihan yang Tuhan lakukan adalah dengan cara menghimpun umat-Nya yang sudah tercerai-berai karena pembuangan oleh Asyur maupun oleh Babel kembali ke Sion, tempat Tuhan bertakhta di tengah-tengah umat-Nya. Karena itu Tuhan menyerukan agar mereka bersorak-sorai dan memberitakan kabar baik itu kepada bangsa-bangsa. Hari pemulihan itu akan menjadi hari perayaan penuh sukacita. Tangisan yang dahulu menjadi hiasan perkabungan suku-suku Israel, tatkala harus tercerai-berai oleh kekejaman Asyur telah didengar oleh Tuhan, yang senantiasa mengasihi mereka.
Kita juga sebenarnya tidak layak, tetapi dilayakkan oleh darah Yesus yang tercurah di kayu salib. Dosa kita yang merah seperti kirmizi dihapuskan menjadi putih seperti salju. Sudah sepatutnya kita sebagai umat tebusan merayakan pembebasan ini dan memberitahukannya kepada sesama kita. Kita dapat bersaksi melalui perkataan dan perbuatan kita, agar mereka dapat melihat karya Tuhan dalam hidup kita dan akhirnya mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Mari kita juga bersyukur atas pemulihan yang diberikan-Nya kepada kita dan semakin berkomitmen untuk menjaga kekudusan hidup serta mau meninggalkan kebiasaan buruk yang selama ini kita lakukan. Kita mungkin tidak dapat berubah total, tetapi dari hari ke hari dapat menunjukkan ciri manusia baru kita. Amin.
O Tuhan sorapkon ma, jumbalang hapintoron.
Ase iporluhon, horja lao marambilan.
Ningon hu Bamu tumang, tongtong marpangarapan.
Sirsir lao suruhon, toguh bani onjolan.
Pakei Ham sidea in, parugas mangidangi.
Janah na borani, golgol laho marsaksi.
Kantor Sinode GKPS