Menu
Categories
Ibadah Harian Keluarga GKPS: Sabtu, 7 Juni 2025
6 Juni 2025 TATA IBADAH
  1. Doding: Haleluya No. 1:1-2
    Jahowa sihol pujionku, ai Ham do Naibata Sitompa au.
    Sai suruh tonduyMu hu bangku, mangajar au mamuji goranMu.
    Marhitei-hitei Jesus AnakMu, ase dear dodingku hu Bamu.

Bai anakMu bobahon ahu, ase Bamu iboban au homa.
Sorapkon TonduyMu hu bangku, manogu au bai dalan na torsa.
Ase tongtong gok damei uhurhin, janah mesek mamuji goranMu.

  1. Tonggo
  2. Ayat Harian
    “Puji ma Jahowa, ale tonduyhu, anjaha ulang ma halupahon ganup dear layak-Ni! Na paluahkon goluhmu humbani hamagouan, na mansortalihon bam dear layak ampa idop ni uhur,” (Psalmen 103:2+4)

“Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,” (Mazmur 103:2+4)

  1. Renungan: Memuji Tuhan karena Kebaikan-Nya
    Jemaat yang dikasihi Tuhan,
    pada zaman sekarang, sulit menjumpai orang yang tulus hati di dalam memuji. Kebanyakan pujian hanya berupa lips service untuk menyenangkan orang, bahkan Tuhan. Orang yang pernah mengalami karunia dan kasih setia Tuhanlah yang mampu memuji Tuhan sepenuh hati. Pemazmur memuji Tuhan karena dua hal utama, yaitu pertama, karena pengampunan-Nya luar biasa, dan kedua karena kebaikanNya atas orang-orang yang sudah diampuni juga luar biasa.

Pengampunan Tuhan luar biasa. Tuhan yang adil seharusnya menghukum setiap dosa setimpal. Namun, Tuhan sangat mengasihi manusia. Ia sadar tidak ada seorangpun dalam kefanaannya yang mampu bertahan terhadap hukuman dahsyat dosa. Oleh karena itu, Tuhan melakukan tindakan yang radikal: Ia mengampuni dosa. Pengampunan Tuhan itu digambarkan oleh pemazmur dengan dua illustrasi yang indah. Kasih setia Tuhan itu setinggi langit dari bumi dan pengampunan-Nya itu sejauh timur dari barat. Keduanya adalah jarak-jarak terjauh yang bisa dibayangkan manusia. Pemazmur menggambarkan rangkulan kasih Tuhan bagaikan pelukan bapa kepada anak-anaknya.

Kebaikan Tuhan luar biasa kepada manusia yang fana, bagaikan bunga rumput yang hanya mekar sekejab kemudian layu. Tuhan menyatakan kasih karunia yang kekal. Oleh sebab itu, kefanaan manusia tidak menyebabkan dirinya tidak berarti. Justru hari-hari singkat manusia yang percaya kepada-Nya menjadi penuh semangat kemudaan yang hidup dalam berkarya bagi Dia.

Merenungkan perbuatan Tuhan tidak saja membuat kita makin sadar akan keberdosaan kita yang terancam kebinasaan, tetapi juga membuat kita takjub bagaimana Tuhan dapat menyerasikan kasih setia-Nya dengan kedaulatan dan keadilan-Nya. Ketakjuban ini menjadi insentif lebih besar bagi hidup tahu bersyukur. Sepatutnyalah kita memuji dan bersyukur hanya kepada Tuhan dengan segenap jiwa. Amin.

  1. Doding: Haleluya No. 306:1-2
    Huhamegahkon do in tongtong, Jesus Tuhanku rupeihu tongon.
    Au parsimada tinobusNiin, na pinabayu ni tonduy in.
    Marmegah-megah mandoding au, mamuji Jesus parholong in.
    Marmegah-megah mandoding au, mamuji Jesus parholong in.

Ondos ganupan na dear in, pasu-pasu-Ni na manggoki au.
Songon doding ni malekat in, holong mamitah rap pakon au.
Marmegah-megah mandoding au, mamuji Jesus parholong in.
Marmegah-megah mandoding au, mamuji Jesus parholong in.

  1. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Kantor Sinode GKPS

Comments are closed
**