
“Kasihilah Tuhan, hai semua orang yang dikasihi-Nya! Tuhan menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.”
Selanjutnya Daud menjelaskan perasaan yang dialaminya ketika tidak ada pertolongan serta kebencian dan penolakan yang diterimanya. Ternyata kesulitan itu akan dapat dihadapinya dengan lebih mudah ketika seseorang memiliki relasi dengan Tuhan yang berdaulat. Daud percaya bahwa masa depannya ada di dalam tangan Tuhan. Tuhanlah yang memegang kendali atas seluruh hidupnya. Atas pengakuan inilah Daud mengajak orang-orang percaya untuk mengasihi Tuhan, serta menguatkan dan meneguhkan hati mereka dalam pengharapan mereka kepada Tuhan.
Seperti Daud, kehidupan di dalam dunia yang penuh dosa ini tidak mudah untuk dijalani. Orang fasik hadir di sekeliling dan menjadi lawan. Tidak jarang orang percaya harus mengalami penindasan dan penganiayaan, kebencian dan penolakan, ditambah tiadanya pertolongan dan putus harapan. Ketika kita berhadapan dengan situasi seperti ini, seruan Daud menjadi kunci bagi kita untuk beroleh kelepasan. Kita bisa tetap bertahan dalam kesesakan dengan tetap menjalin relasi kepada TUHAN.
Marilah kita senantiasa mengasihi Tuhan, menguatkan dan meneguhkan hati kita untuk tetap teguh berharap kepada-Nya. Dialah yang memegang masa depan kita dan pasti memberi yang terbaik bagi anak-anak yang mengasihi-Nya. Kita juga memahami bahwa Dia mengasihi dan peduli terhadap kita sesuai dengan firman-Nya, serta dimampukan untuk tetap beriman dalam masa-masa sulit. Tuhan memberikan kekuatan dengan mencurahkan Roh Kudus bagi kita, dan segala pekerjaan baik dapat kita lakukan serta berdampak bagi sesama dan memuliakan-Nya. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS