
Riap ma hita sauhur martangkap tangan,
ibagas damei na humbai Tuhan in.
Marpangarapan tongtong bai horja ni Tuhan,
hataridahan ni hasintongan-Nin.
Marpangarapan tongtong bai horja ni Tuhan,
hataridahan ni hasintongan-Nin.
“Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan, ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.” (Mazmur 119:64)
Pemazmur ikut mengimani dan menyaksikan bahwa kasih setia dan belas kasih Tuhan itu tidak hanya miliknya saja, tetapi ia mengatakan bahwa bumi penuh dan melimpah dengan kasih setia Tuhan. Artinya bahwa kasih setia Tuhan itu untuk semua, pengampunan dan keselamatan itu memenuhi seluruh aspek hidup manusia. Karena kebaikan Tuhanlah yang membuat itu terjadi. Itulah dasar yang membuat ia takjub akan perbuatan Tuhan.
Lalu pemazmur mau merespons kasih setia dan belas kasihan Tuhan itu dengan bersedia dan mengaku untuk diajarkan ketetapan-ketetapan Tuhan. Permohonan pemazmur agar Allah mengajarkan ketetapan-ketetapan-Nya mencerminkan kerinduan akan ketaatan dan komitmen untuk hidup sesuai dengan perintah-perintah Allah. Ketetapan-ketetapan Tuhan adalah hukum dan prinsip-prinsip-Nya, yang dimaksudkan untuk menuntun hidupnya. Pemazmur mengakui pentingnya diajar dan diinstruksikan oleh Tuhan, memahami bahwa hanya melalui bimbingan-Nya, seseorang dapat berjalan dalam kebenaran dan ketaatan. Ada rasa syukur bagi pemazmur untuk memuji Tuhan dengan hidup melakukan ketetapan-ketetapan Tuhan. Ia mau memberikan hidupnya untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Ia tidak lagi memberikan hidupnya bagi yang lain, ia mau sungguh-sungguh mengabdi, melayani, dan menyenangkan hati Tuhan.
Selaku orang percaya kita harus mengaku bahwa hidup kita adalah karena kasih setia Tuhan saja. Kasih setia Tuhan Yesus telah mengampuni dan menyelamatkan kita. Hidup yang bermakna dan mau terus berjalan seturut dengan firman-Nya itu adalah komitmen hidup kita. Kita mau terus diajar dan dibimbing oleh Tuhan, sehingga kita tidak salah langkah. Hidup yang senantiasa diubah ke arah yang lebih baik menurut kehendakNya, sehingga tidak ada lagi keraguan yang membuat kita untuk berhenti mengikuti-Nya. Sebab Ia telah membuktikan belas kasih-Nya kepada kita. Maka sekarang tugas kita untuk melanjutkan kasih setia itu kepada orang lain. Karena jika semakin banyak orang yang akan mendapatkan pengampunan dan keselamatan, maka semakin banyak orang datang kepada-Nya dan hidup seturut firman-Nya serta melakukan ketetapan-ketetapan-Nya. Maka bumi akan dilimpahi kasih setia Tuhan. Amin.
Kantor Sinode GKPS