
“Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan.”
Ketika kita memasuki minggu Sexagesima atau 60 hari sebelum kebangkitan Tuhan Yesus, kita diingatkan untuk memperjelas status kita sebagai orang Kristen. Kristus telah memberi diriNya bahkan menderita untuk keselamatan kita. Keselamatan itu dilakukan bagi kita karena kita hidup dalam dunia yang bisa mengubah hidup kita ke arah yang penuh cela. Jika kita hidup dalam cela, maka kita tidak layak di hadapan Tuhan. Karena itu hidup lama yang ada dalam kegelapan harus diubah, yang hanya dapat dilakukan Tuhan Yesus. Berangkat dari situlah Paulus menekankan akan hidup yang baru.
Kecenderungan yang dibawa oleh manusia lama itu adalah kehancuran atau kebinasaan. Hancur karena manusia lama itu dikuasai oleh nafsu yang menyesatkan. Agar orang percaya tidak masuk dalam kebinasaan itu maka ia harus menanggalkan manusia lamanya dan diperbaharui oleh Roh. Hal ini menunjukkan bahwa pembaharuan hidup itu adalah karya dan anugerah Tuhan kepada kita. Anugerah itu hanya dapat kita terima atau alami ketika kita menuruti perintah Tuhan atau dituntun oleh Roh Kudus.
Perenungan di minggu Sexagesima ini mengajak kita untuk melihat bahwa kehidupan yang lama tidak pelu kita pertahankan karena akan membawa kepada kebinasaan. Sebaliknya, manusia baru harus kita kenakan agar kita mampu menjalankan perintah Tuhan, hidup dalam kebenaran dan menjadi anak Tuhan. Biarlah Roh Tuhan senantiasa menuntun kita. Amin.
Ambungkon humbai uhurmin na so margagan in.
Ganup na humbai Tuhan in ramot ma jaga in.
Kantor Sinode GKPS