1. Doding: Haleluya No. 121:1-2
Jesus goluh ni tonduyhu, Ham do haporusankin.
Anggo tumpu bai tonduyhu bolis pakon setan in.
Jolom au Jesus Tuhanku, jolom au sai tongtong.
Ulang sirpang be naheihu humbai dalan na sintong.
2. Tonggo
3. Ayat Harian
“Ambahni ai, nasiam sanina, paruhurhon nasiam ma sagala na sintong, na hormat, na pintor, na borsih, na jenges, na dear bogeion atap biak na madear atap na patut sipujion.” (Pilippi 4:8)
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8)
4. Renungan: Pikirkanlah Semua yang Baik
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus,
apa yang sedang kamu pikirkan? Akan mudah bagi kita untuk menjawab tentang apa yang sedang kita pikirkan. Hari ini rasul Paulus mau mengingatkan kita tentang apa yang harus kita pikirkan. Hal ini sangat penting, karena apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi pilihan yang berhubungan dengan perkataan dan tindakan kita. Maka perlu berhati-hati terhadap apa yang kita pikirkan. Ketika kita memikirkan yang benar, maka kita akan mengatakan dan melakukan yang benar. Sebaliknya, ketika kita berpikir buruk, maka kita akan mengatakan dan melakukan hal yang buruk. Lewat ayat ini ada enam nasihat yang menuntun kita untuk kita pikirkan.
Pertama, kita harus memikirkan ‘semua yang benar,’ artinya yang benar itu menurut firman Tuhan. Firman Tuhan menjadi dasar kebenaran kita, bukan keinginan dan perkataan manusia, tetapi firman Tuhan yang telah disampaikan kepada kita adalah standar kebenaran. Kedua, ‘semua yang mulia,’ yakni semua yang luhur, yang layak dihormati, lakukan dan teladanilah. Ketiga, ‘semua yang adil,’ yakni melakukan hukum Tuhan, seperti air mengalir yang akan terus mengalir. Keempat, ‘semua yang suci,’ yang berarti semua yang bersih, menjaganya supaya tidak kotor. Kelima, ‘semua yang manis,’ yaitu apapun yang menyenangkan, yang indah, semua yang sedap didengar bukan hanya bagi manusia tetapi bagi Tuhan, sebab tugas kita adalah menyenangkan Tuhan. Keenam, ‘semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,’ yaitu apapun yang mengagumkan, yang unggul/luar biasa, yang layak dipuji. Juga bukan hanya bagi manusia tetapi bagi Tuhan. Kita harus memikirkan apa yang harus kita lakukan yang mengagumkan bagi Tuhan. Juga memikirkan perbuatan Tuhan yang dahsyat yang membuat kita kagum, terpesona dan memuji-muji Tuhan, itulah yang kita pikirkan dan lakukan.
Biarlah kita tidak hanya sibuk menghabiskan waktu kita hanya untuk memikirkan yang baik bagi kita saja, tetapi kembalilah kepada panggilan kita sebagai orang percaya yang diutus ke tengah-tengah dunia ini untuk menjadi saksi kebaikan Tuhan bagi kita, sehingga dunia percaya kepada Tuhan. Marilah berlomba-berlomba memikirkan dan melakukan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, sehingga hidup kita akan fokus untuk semua yang baik ini, yang menyenangkan hati Tuhan. Tidak ada lagi kesempatan untuk yang tidak baik. Kiranya damai sejahtera Tuhan yang melampaui segala pengertian menjaga hati dan pikiran kita di dalam Kristus Yesus dalam menunaikan panggilan kita, sehingga menjadi umat yang setia kepadaNya. Amin.
5. Doding: Haleluya No. 202:3-4
Sai hormat ma parlahouhu dompak bohi-Mu ijin.
Suruh Ham ma bai uhurhu, Tonduy-Mu Na pansing in.
Ase sai tongtong torsa tonggo ’pa dodingku da.
Doskon tanoh na lambutan ma au on Bamu tongtong.
Sai sihatkon hadearon hubahas uhurhu tong.
Sai tumpaki hata-Mu, ’se marbuah haganup.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS