Pimpinan Sinode GKPS berfoto bersama dengan Dewan Pimpinan Pusat/Presidium Pemangku Adat dan Cendikiawan Simalungun (Partuah Maujana Simalungun) pada Rabu (6/8/2025) siang. (Foto: Bryand Sinaga/Humas GKPS)
PEMATANGSIANTAR.GKPS.OR.ID. Sebulan setelah dilantik sebagai Pimpinan Sinode GKPS (6/8/2025), Pdt. John Christian Saragih, S.Th, M.Sc., dan Pdt. Dr. Janhotner Saragih selaku Ephorus dan Sekretaris Jenderal (Sekjend), menerima kunjungan Dewan Pimpinan Pusat/Presidium Pemangku Adat dan Cendikiawan Simalungun (Partuah Maujana Simalungun). Adapun maksud dari kunjungan DPP Pemangku Adat dan Cendikiawan Simalungun ini dalam rangka silaturahmi, menyelamati Pimpinan Sinode serta mendiskusikan tentang pelestarian adat dan budaya Simalungun.
Mengawali pertemuan ini, Ketua Umum DPP Pemangku Adat dan Cendikiawan Simalungun dr. Sarmedi Purba, Sp.OG memperkenalkan lembaganya kepada Pimpinan Sinode GKPS. Sarmedi Purba menerangkan bahwa Pemangku Adat dan Cendikiawan Simalungun merupakan lembaga yang concern pada adat dan budaya Simalungun, yang di dalamnya tidak hanya diisi unsur pemangku adat namun juga para cendikiawan Simalungun. Secara hukum, lembaga yang dipimpinnya telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 16 Oktober 2023.

Setelah memperkenalkan lembaga yang dipimpinnya, dr. Sarmedi Purba menyampaikan masukan dari lembaganya terkait ikulturasi ibadah yang dipraktekkan selama ini di GKPS. Selanjutnya meminta dukungan dari GKPS untuk nama Tuan Rondahaim sebagai pahlawan Nasional dari Sumatera Utara kepada Presiden Republik Indonesia.
Menurut Sarmedi Purba peran GKPS cukup penting dalam pengusulan nama pahlawan nasional mengingat buku kisah kepahlawanan Tuan Rondahaim yang menentang penjajahan di Simalungun dituliskan oleh Pdt. J. Wismar Saragih, yang merupakan Wakil Ephorus HKBPS (cikal bakal GKPS).
Drs. Lisman Saragih, MM, selaku Sekretaris Jenderal DPP Pemangku Adat dan Cendikiawan Simalungun dalam pertemuan ini menyoroti semangat ber Simalungun di kalangan komunitas Muslim Simalungun. Lisman Saragih yang juga merupakan Ketua Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS) yang beranggotakan 3000 orang menyebutkan, dikalangan Islam Simalungun ada pemahaman diantara mereka bahwa budaya Simalungun adalah milik Kristen. Padahal lahirnya IKEIS adalah untuk agama dan budaya Simalungun. Untuk itu Lisman Saragih dengan gencarnya mendaratkan pemahaman kepada para anggotanya bahwa adat dan budaya Simalungun merupakan panggilan bersama, baik Muslim Simalungun maupun Kristen Simalungun. Lisman Saragih pun berharap agar GKPS bersamaa dengan IKEIS berjalan bersama membangun dan memperjuangkan adat dan budaya Simalungun.
Ia pun tak lupa menitip pesan agar GKPS juga turut memperjuangkan Tuan Rondahaim dan Raja Sang Naualuh Damanik yang merupakan raja dan pendiri kota Pematangsiantar sebagai pahlawan nasional.
Pdt. Dr. Janhotner menerima baik segala usulan yang disampaikan oleh dr. Sarmedi Purba, Sp.OG dan rombongan. Terkait inkulturasi yang dimaksud, Sekjend GKPS ini pun menyatakan bahwa berkontektualisasi bukanlah pekerjaan yang mudah bagi gereja, sebab jemaat akan mengadaptasi dirinya dengan budaya dan adat istiadat di daerah yang mereka diami, dan itu berbeda satu dengan yang lainnya. Pdt. Janhtoner pun menyatakan posisi GKPS berteologi bukan memaksakan satu pola yang benar bagi warga jemaatnya.

Sementara itu terkait dengan usulan nama Tuan Rondahaim Saragih dan Raja Sang Sang Naualu sebagai pahlawan nasional, Sekjend GKPS siap mendukung, sembari berharap adanya kerja sama yang dari seluruh pihak, sehingga kelak ada pahlawan nasional dari Simalungun.
Ephorus GKPS Pdt. John Christian Saragih mengucapkan terima kasih atas kehadiran DPP Pemangku Adat dan Cendikiawan Simalungun ke kantor sinode GKPS. Bagi Ephorus GKPS, pertemuan yang berlangsung hampir dua jam ini menjadi satu wujud kebersamaan ber Simalungun. Usul-usul yang disampaikan dalam pertemuan ini, khususnya tentang inkulturasi akan dipercakapkan lebih dalam lagi di Komisi Teologi, Komisi Budaya, di Majelis Pendeta, yang selanjutnya akan disampaikan di Sidang Majelis Sinode GKPS. Pdt. John Christian juga menyampaikan selaku gereja, GKPS sampai hari ini terus menggumuli adat dan budaya Simalungun dalam konteks berteologianya. Ephorus pun mengharapkan masukan-masukan dari seluruh pemangku adat dan cendikiawan Simalungun, serta bersama menggumuli pelestarian adat dan budaya Simalungun.

Silaturahmi ini pun diakhiri dengan foto bersama antara Pimpinan Sinode GKPS yang turut didampingi Kepala Biro Administrasi Pdt. Sarinus Sipayung, S.Th dan Kepala Biro Keuangan Pdt. Krosbin Saragih, S.Th, denga seluruh jajaran DPP Pemangku Adat dan Cendikiawan Simalungun yang hadir pada saat itu. (hks/bgs)
Pewarta: Pdt. Bima Gustav Saragih
Foto: Bryand Sinaga