Renungan Pemuda
Tgl : 12 Oktober 2025
Teks : 2 Korintus 8:1-7
Thema : Kaya Dalam Segala Sesuatu
Tujuan : Agar naposo mngerti bahwa “kaya dalam segala sesuatu” adalah kaya dalam iman, perkataan, pengetahuan, dan kesungguhan dalam membantu.
Saudara pemuda sekalian..firman Tuhan ini merupakan nasehat Rasul Paulus kepada jemaat Korintus agar mereka saling memperhatikan sebagai umat Tuhan yang saling membutuhkan. Sebagaimana saling memperhatikan, yang dibutuhkan pada tindakan ini ialah kepekaan, kesadaran, kerelaan untuk berbagi dengan jemaat lain. Paulus menekankan bahwa memberi bukan hanya diukur dengan uang tetapi itu dapat dilakukan, mengingat jemaat Korintus adalah jemaat besar dan kaya, mestinya mereka juga harus kaya dalam pelayanan kasih. Dan untuk menguatkan maksudnya ini, Paulus memberi contoh jemaat Makedonia yang telah terdepan dalam mengambil bagian terutama dalam pelayanan kasih, yakni dengan memberi sumbangan kepada jemaat jemaat luar terutama kepada jemaat di Yerusalem. Pada hal jemaat Makedonia merupakan jemaat sangat kecil yang tidak dapat dibandingkan dengan kebesaran jemaat Korintus.
Berhubung dengan tujuan ini, Rasul Paulus mengajak jemaat di Korintus agar mereka dapat menjadi kaya dalam segala sesuatu seperti jemaat Makedonia. Jelas disini, bahwa kekayaan yang diajarkan Rasul Paulus bukan kaya dengan menumpuk harta. Kekayaan yang harus dikejar oleh orang percaya ialah menjadi kaya dalam “dalam segala sesuatu”. Sebagaimana sering dipahami bahwa kaya hanya sebagai mempunyai banyak harta (uang, dsb), ternyata menurut pengajaran Rasul Paulus, kaya itu tidaklah seperi itu. Sikap iman kaya segala sesuatu inilah yg dipuji Rasul Paulus sehingga ia menyanjung jemaat Makedonia. Dan terbukti, memang mereka “kaya dalam segala sesuatu”. Mengapa jemat Makedonia yang kecil itu kaya dalam segala sesuatu? Jawabannya: “…karena jemaat Makedonia telah menerima kharismata/=kasih karunia atau anugerah” (kharismata, artinya: “pemberian/anugerah khusus yang hanya berasal dari Tuhan.
Jemaat Korintus dapat meneladani jemaat Makedonia terutama dalam hal pelayanan kasih yakni menyumbang jemaat-jemaat luar terutama menyumbang jemaat di Yerusalem. Sebenarnya saat itu jemaat Yerusalem merupakan jemaat besar, dan jemaat Makedonia yang anggta jemaatnya sedikit/kecil dan tidak sebanding dengan jemaat Yerusalem. Justru jemaat Makedonia sanggup menjadi tulang punggung sponsor jemaat Yerusalem. Posisi stratgeis Paulus dalam hal perkembangan jemaat di sini sangat sentral sebab ia sangat berusaha mendorong setiap jemaat Kristen dapat membantu jemaat lainnya yang memang membutuhkan bantuan. Jemaat Yerusalem sebagai jemaat yang membutuhkan bantuan, keinginan Paulus jemaat Korintus yang besar itu juga harus mampu/mau membantu jemaat Yerusalem.
Ay. 2 Walau menghadapi banyak cobaan, tantangan, penderitaan pada masanya, suka cita jemaat Makedonia meluap dalam iman. Walau mereka miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Oleh anugerah/kharismata (kasih karunia) Tuhan yang mereka terima, ini mendorong mereka tidak tinggal diam. Mereka berusaha memberi sumbangan kepada jemaat Yerusalem. Jemaat Makedonia yang miskin, tetapi hati mereka tidak miskin namun kaya dalam kemurahan hati.
Ay. 3-5: Pada tiga ayat ini, Paulus menunjukkan tiga kelebihan jemaat Makedonia yakni:
a). Mereka meberi tidak berdasarkan kemampuan mereka memberi, ….bahkan mereka memberi melebihi kemampuan mereka memberi (baca: ay. 3).
b). Mereka memberi menurut kerelaan mereka (ay. 4). “Mereka memberi, tetapi mereka menerima”. Yang mereka terima ialah naugerah/kasih karunia, dan mengambil bagian dalam pelayanan kasih.
c). “Mereka memberi diri secara penh kepada Allah”, inilah alasan utama jemaat Makedonia membantu Paulus dalam pengumpulan dana ke Yerusalem.
Ay.7 Sama saperti Titus adalah seorang anak muda murid Paulus yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Sama seperti Timotius, dia adalah seorang pemuda yang taat kepada Tuhan, melayani dengan tulus dan rela berkorban demi Kristus dalam pelayanan dan penginjilannya. Dia telah turut serta dalam pelayanan kasih seperti yang dilakukan oleh jemaat Makedonia, kepada jemaat Kristen di Yerusalem.
Berhubung dengan penjelasan di atas, maka maksud Paulus tentang kekayaan pada nats ini ialah: Pertama ”Kekayaan iman.” Kata ini diartikan seperti: “iman yang menyelamatkan” atau ”iman yang menghasilkan mujizat-muzijat” Kedua”Kaya dalam pengetahuan.” Ini berarti pengetahuan tentang hal-hal rohani. Dalam 1 Korintus Paulus sering berbicara tentang pengetahuan. Yesus Kristus disebut sebagai sumber pengetahuan itu
Ketiga. Kaya dalam Perkataan. Perkataan juga sangat berpengaruh dalam pergaulan. Ketika kita mengucapkan kata-kata yang kurang baik, hal itu bisa merusak mental kawan-kawan kita. Sebaliknya kalo kata-kata kita berisi dukungan, empati mereka akan selalu terberkati. Biarlah para pemuda bisa menjadi berkat dalam iman, perkataan dan pengetahuan. Amin
Dep. Pembinaan