
Ingat tongtong, ale tonduyhon.
Ganup na jenges, ibahen Tuhan Naibata hubam;
Dear layak-Ni do na pagoluhkon ho.
“Aku tahu, bahwa Tuhan akan memberi keadilan kepada orang tertindas, dan membela perkara orang miskin.”
Dalam pengakuan Daud lewat kesaksian ayat harian ini, diungkapkan tentang perlunya iman percaya dalam meminta perlindungan terhadap orang-orang yang jahat. Pengakuan iman dan pengharapan Daud nyata dalam Mazmur 140 ini. Tidak hanya kepada dirinya sendiri, Daud juga menyakini bahwa TUHAN akan membela perkara orang-orang yang tertindas: Daud tetap yakin bahwa Allah akan membela umat-Nya yang tertindas. Ini berarti keadilan bagi orang miskin dan orang lain yang menderita karena perkataan dan perbuatan orang-orang jahat pasti akan terjadi dan tidak akan dibiarkan TUHAN. Terjemahan dari frasa kata, “aku tahu,” oleh para penafsir yang melihat dari kata kerja yang ada pada kata tersebut menjelaskan bahwa arti frasa kata “aku tahu” adalah ekspresi dari kondisi saat didatangi oleh orang-orang jahat dan merupakan sebuah “seruan kemenangan.” Seruan ini adalah sebuah pengakuan bahwa, “saya tahu, baik melalui Firman Allah, yang telah menjanjikannya, maupun melalui pengalaman saya dalam mengenal TUHAN, semua yang terjadi ini adalah dalam pemeliharaan TUHAN.” Ayat ini adalah sebuah penegasan iman. Pemazmur yakin dengan sungguh bahwa dalam pemeliharaan dan pemerintahan TUHAN Allah, orang-orang jahat dengan segala perbuatannya tidak akan tahan hidup, sehingga sebaliknya orang-orang tertindas, orang-orang miskin dan orang-orang yang benar serta jujur akan dibenarkan dan dibebaskan oleh TUHAN.
Keyakinan pemazmur juga dalam ayat ini jelas bahwa orang-orang yang tidak adil dan menindas pada akhirnya akan menderita secara proporsional. Dalam pembacaan firman Tuhan dalam kitab Injil dan Wahyu jelas diperlihatkan bahwa orang-orang yang jahat akan dimusnahkan dan akan kalah dengan kekuatan dan kekuasaan dari TUHAN. Demikian juga orang yang menderita dan tertindas, yang seakan-akan terlihat bahwa mereka tidak akan memiliki hak yang layak untuk diperhatikan, tetapi kebenaran firman Tuhan akan nyata bahwa TUHAN akan memberi keadilan kepada orang yang tertindas dan membela perkara orang miskin. Dalam kitab-kitab Injil dan Perjanjian Baru, kita dapat menemukan begitu banyak bukti tentang pembelaan Tuhan terhadap orang yang miskin dan tertindas.
Dan pada akhirnya karena iman percaya yang kokoh ini, pemazmur dapat tetap mengucap syukur kepada Tuhan. Dalam Mazmur 140:14 disebutkan, “Sungguh, orang benar akan memuji nama-Mu, orang-orang yang jujur akan diam di hadapan-Mu.” Ini menjadi bukti dan pengakuan iman bahwa pengenalan akan kuasa TUHAN yang membebaskan dan memberi kemenangan akan menjadikan hidup kita senantiasa memuji TUHAN dan kejahatan bukan lagi menjadi sesuatu yang menakutkan, tetapi akan dihadapi bersama Tuhan. Amin.
Damei do ganupan bani jolma in, asal ma porsaya bani Tuhan in.
Ai sirsir do hasonangan na totap, domu bani padan in tongtong.
Sai mangarap bani padan ni Tuhanta Jesus Kristus.
Sai mangarap ma hita bai partobuson-Ni in.
Departemen Persekutuan GKPS