
Jesus haholonganku, Jesus haposankin.
Sadokah au manggoluh ampa bai ajalhin;
Seng be huhabiari ganup pangagou in.
Jesus do manramoti au hinopkopNi in;
Jesus haholonganku, Jesus haposankin.
Sadokah au manggoluh ampa bai ajalhin;
“Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman Tuhan semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.”
Jemaat Tuhan,
atas semua yang telah dilakukan oleh bangsa Israel, maka Allah melalui Maleakhi memberikan teguran kepada bangsa itu. Teguran yang berdasarkan pada keputusan mereka untuk hidup tidak sesuai dengan kehendak Allah. Lalu apa isi dari teguran itu? Bahwa kebenaran tentang hari Tuhan yang pasti akan datang, hari saat Tuhan datang membawa keadilan, hari yang menyala seperti perapian, dimana orang fasik menjadi seperti jerami yang dibakar habis oleh api, gambaran kehancuran bagi orang-orang yang tidak bertobat. Hari Tuhan adalah sesuatu yang pasti yang menawarkan dua situasi yang bertolak belakang, yaitu kemusnahan bagi orang fasik, yang memutuskan hidup tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, dan keselamatan bagi setiap orang yang memutuskan untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah. Dan inilah yang disebut sebagai konsekuensi dari sebuah pilihan atau keputusan.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
tentu firman ini harus kita lihat juga dalam perspektif kasih karunia Allah. Bahwa akan ada penghakiman, benar, karena hal itu adalah dampak ketidaksetiaan. Tetapi kita masih diberi waktu untuk kembali kepada-Nya dan menata hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Maka seruan pertobatan menjadi sebuah seruan yang dibutuhkan bagi orang-orang yang hidup dalam keberdosaan mereka. Karena kesempatan itu masih terbuka, tidak ada kata terlambat untuk setiap umat yang mau berbalik dan kembali kepada Allah. Dan hal ini juga ditujukan kepada kita, bila selama ini kita hidup dalam kefasikan, tidak setia kepada-Nya, dengan dengan tidak adil dan tidak benar, lalu renungan ini meminta kita untuk datang kembali kepada-Nya, menata hidup sesuai dengan kehendak-Nya, sehingga ketika hari itu datang, maka kita termasuk orang-orang yang diselamatkan, dan bukan yang dihanguskan. Selamat menata hidup, dan nikmatilah kasih-Nya. Amin.
Kantor Sinode GKPS