
Malas do tong uhurhon, bani Jesus na bujur.
Pasirsirhon hagoluhan, bangku na i hamagouan;
Haganupan dousangkin, sai isasap Jesuskin.
“Biarlah bergirang dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu selalu berkata: ”Allah itu besar!”
Jemaat Tuhan,
bergirang dan bersukacita adalah pancaran hati seseorang dan merupakan ekspresi keadaan senang dan bahagia. Ada perasaan bahagia mendalam yang dirasakan ketika mendapatkan atau mengharapkan sesuatu yang baik, dan merupakan ungkapan perasaan sebagai pandangan hidup dari orang-orang yang selalu memiliki sikap optimis atau pengharapan dalam menghadapi segala situasi hidup, sehingga merasakan damai, bahkan dalam situasi yang sulit. Jadi girang dan sukacita sangat terkait erat dengan hati seseorang. Lalu pada nas ini, Daud secara tegas mengatakan bahwa setiap orang yang mencari Tuhan akan bergirang dan bersukacita. Hal ini sebuah penegasan dari Daud, kepada setiap orang yang memutuskan hidupnya untuk mencari Tuhan, maka ia akan mengalami kegirangan dan sukacita. Mengapa orang yang mencari Tuhan akan sampai kepada tahap bergirang dan bersukacita? Itu karena Allah adalah sumber keselamatan bagi orang yang mencari-Nya. Dalam kondisi yang terdesak seperti itu, akhirnya Daud sampai kepada sebuah pengakuan, meskipun situasinya berat, tetapi ketika ia mencari Tuhan, maka ia akan selamat dari situasi sulitnya, dan hal ini menyebabkan Daud dapat merasakan kegirangan dan sukacita. Beranjak dari rasa kegirangan dan sukacita tersebut, lalu setiap orang yang merasakan keselamatan itu akan mampu memproklamirkan bahwa “Allah itu Besar.” Tentu ini bukan berhubungan dengan volume atau berat, tetapi ini berhubungan dengan Allah yang besar yang mampu melakukan apapun yang besar dan bertindak luar biasa bagi orang yang berharap dan berserah kepada-Nya. Jadi seruan “Allah itu Besar” berdasarkan tindakan Allah yang besar kepada umat-Nya.
Jemaat Tuhan,
nas kita hari ini adalah doa dari hati yang penuh keputusasaan tetapi tetap percaya kepada Tuhan, yang mengajarkan kita untuk tetap berharap kepada Tuhan dalam segala situasi, dan menyadari bahwa hanya Dia satu-satunya tempat perlindungan sejati. Nas ini juga mengajarkan kita untuk mencari Tuhan dengan sukacita, mengasihi keselamatan-Nya, dan senantiasa memuliakan-Nya. Apakah kita pernah merasa tertekan, dan mengalami kesulitan dalam hidup? Tentu nas ini mengajak kita untuk mencari Tuhan, sehingga kita menjadi bergirang dan bersukacita. Dalam situasi apa pun, biarlah kita tetap berkata, “Allah itu Besar!” Dan pengakuan kita itu berdasarkan pengalaman iman kita atas relasi yang erat dengan Allah itu sendiri, sehingga melalui pengalaman iman, kita turut serta
menjadi saksi yang menyaksikan bahwa Allah itu besar. Amin.
Hujolom padan na toguh, in ma hata-Ni in,
ai Tuhan in do gogohkin, na hot sadokahnin.
Kantor Sinode GKPS