
Na roh do Jesus pardameianku, Parmahan Banggal na bujur in.
Ai do ‘se ningku tong: Holong do atei ni Naibatangku mangidah au.
“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”
Bagaimana cara mengasihi musuh? Ayat harian hari ini memberikan jawabannya. Ada tiga cara mengasihi musuh. Pertama, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kita. Apakah kita sulit menilai seseorang itu membenci kita atau tidak? Rasanya tidak sulit. Jika memang tidak sulit dan kita tahu siapa yang membenci kita, maka sebagai murid Kristus dan anak Allah, kita harus berbuat baik kepadanya. Bagaimana cara berbuat baik kepadanya? Jika ia lapar, beri makan. Jika ia haus, beri minum. Jika ia kedinginan, beri baju penghangat. Jika ia bingung, beri bantuan dan jalan keluar. Jika ia sakit, jenguklah. Jika ia marah, sabarlah. Dan lain sebagainya.
Kedua, mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kita. Kedua hal ini memang bertolak belakang, yaitu berkat dan kutuk, namun hanya kedua inilah yang memang bisa kita berikan atau terima dari dan kepada orang lain. Jika kita tidak mendapat berkat dari orang lain, maka kita mendapat kutuk darinya. Namun, sebagai murid Kristus dan anak Allah, yang kita berikan kepada orang lain adalah berkat. Bukan kutuk. Namun, jika kita menerima kutuk dari orang lain, maka cara kita mengasihinya adalah dengan meminta Tuhan memberkatinya.
Ketiga, berdoalah bagi orang yang mencaci kita. Tidak bisa kita atur bahwa semua orang pasti akan menyukai kita. Yang bisa orang lain lakukan saat ia atau mereka tidak menyukai kita adalah dengan mencaci kita. Itu bisa saja terjadi terhadap diri kita. Maka, jika kita mau mengasihinya, kita mendoakan dia, bukan membalas mencacinya. Dengan demikian, kita telah mengasihi orang-orang yang memusuhi kita. Inilah yang disukai Tuhan atas kita, yaitu jika kita memgasihi musuh-musuh kita. Sebab, Ia pun telah melakukannya. Amin.
Sai sonang do pangahapkon, anggo hujolom Hata-Niin.
Sai na totap do uhurhin, ai huhaposi Tuhankin.
Tuahkin ari in sanggah isasap dousangkin.
Ai ipatalar dalankin janah iungkab uhurhin.
Tuahkin ari in sanggah isasap dousangkin.
Kantor Sinode GKPS