
Sipangindoan nami nuan. Sorapi uhurnami Tuhan.
Sai roh ma Ham sonari Tuhan! Podahi Ham hanami.
Sai roh ma Ham sonari Tuhan! Podahi Ham hanami.
“Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: ”Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti Tuhan, melainkan beribadahlah kepada Tuhan dengan segenap hatimu.” (1 Samuel 12:20)
Samuel mengingatkan bahwa bangsa Israel harus melakukan firman Tuhan. Bangsa Israel masih memiliki kepekaan terhadap firman Tuhan, sehingga mereka mudah menerima nasehat Samuel. Umat Tuhan yang penuh kelemahan itupun dikasihi oleh Tuhan. Yang penting mereka sadar akan dosa, kemudian bertobat, dan mau menundukkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Walaupun Samuel secara formal sudah menyelesaikan pelayanannya, ia tetap peduli dan mendoakan bangsa Israel agar hidupnya sungguh-sungguh berkenan kepada Tuhan.
Kita sama seperti Samuel, tidak sempurna. Banyak kelemahan kita yang dapat merusak kesaksian kita akan Tuhan. Akan tetapi, anugerah dan penyertaan-Nya akan memampukan kita menjalani hidup berintegritas, sehingga kita pun dapat mengakhiri pelayanan kita dengan gemilang di hadapan Tuhan dan menjadi teladan bagi sesama. Mari kita tetap menempatkan Tuhan sebagai yang terutama. Di sekitar kita begitu banyak godaan yang dapat menarik kita untuk menjauh dari Tuhan dan menempatkan-Nya menjadi yang kedua. Mari kita tetap waspada terhadap godaan itu dan melawan godaan-godaan itu dengan kekuatan dari Tuhan, karena hanya Dialah sumber kekuatan kita. Amin.
Sai ulang be mabiar ganup, boiskon ma da gogohmu ganup.
Age roh sibolis lao mandorab ho, sai tatap ma Jesus na lompou gogoh.
Kantor Sinode GKPS