- Doding: Haleluya No. 450:1-2
Sihol do uhurnami Tuhan. Pajumpah bohi pakon ni Ham.
Sai roh ma Ham sonari Tuhan! Podahi Ham hanami.
Sai roh ma Ham sonari Tuhan! Podahi Ham hanami.
Sipangindoan nami nuan. Sorapi uhurnami Tuhan.
Sai roh ma Ham sonari Tuhan! Podahi Ham hanami.
Sai roh ma Ham sonari Tuhan! Podahi Ham hanami.
- Tonggo
- Ayat Harian
“Jadi nini si Samuel ma dompak bangsa ai, “Ulang nasiam mabiar; domma ibahen nasiam sagala hajahaton on, tapi ulang ma manlembang nasiam hun bani na mangirikkon Jahowa, tapi balosi nasiam ma Jahowa hun bani gok ni uhur nasiam.” (1 Samuel 12:20)
“Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: ”Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti Tuhan, melainkan beribadahlah kepada Tuhan dengan segenap hatimu.” (1 Samuel 12:20)
- Renungan: Beribadah Kepada Tuhan dengan Segenap Hati
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
ayat harian ini adalah bagian kesaksian umat atas kehidupan Samuel menjelang akhir masa pelayanannya, saat ia akan undur diri. Seumur hidupnya hingga saat itu Samuel terus hidup di bawah sorotan publik. Semua orang bisa melihat bagaimana Samuel menjalani hidup yang berintegritas. Kehidupan Samuel yang bersih dan berintegritas memberikan keleluasaan baginya untuk menjadi pemimpin yang efektif bagi Tuhan. Kita menyaksikan bagaimana dengan singkat, gamblang, dan efektif, Samuel dapat menuturkan pengalaman hidup bangsa Israel dan menyodorkan kepada mereka kenyataan bahwa mereka telah berdosa kepada Tuhan. Tuhan pun menunjukkan kepada umat bahwa Ia berkenan kepada Samuel dengan memberikan tanda alam, yakni guruh dan hujan (ayat 18).
Samuel mengingatkan bahwa bangsa Israel harus melakukan firman Tuhan. Bangsa Israel masih memiliki kepekaan terhadap firman Tuhan, sehingga mereka mudah menerima nasehat Samuel. Umat Tuhan yang penuh kelemahan itupun dikasihi oleh Tuhan. Yang penting mereka sadar akan dosa, kemudian bertobat, dan mau menundukkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Walaupun Samuel secara formal sudah menyelesaikan pelayanannya, ia tetap peduli dan mendoakan bangsa Israel agar hidupnya sungguh-sungguh berkenan kepada Tuhan.
Kita sama seperti Samuel, tidak sempurna. Banyak kelemahan kita yang dapat merusak kesaksian kita akan Tuhan. Akan tetapi, anugerah dan penyertaan-Nya akan memampukan kita menjalani hidup berintegritas, sehingga kita pun dapat mengakhiri pelayanan kita dengan gemilang di hadapan Tuhan dan menjadi teladan bagi sesama. Mari kita tetap menempatkan Tuhan sebagai yang terutama. Di sekitar kita begitu banyak godaan yang dapat menarik kita untuk menjauh dari Tuhan dan menempatkan-Nya menjadi yang kedua. Mari kita tetap waspada terhadap godaan itu dan melawan godaan-godaan itu dengan kekuatan dari Tuhan, karena hanya Dialah sumber kekuatan kita. Amin.
- Doding: Haleluya No. 145:1-2
Ringgas hita rup, manogu ganup, na pag manendel na hengkeng hobal,
bai Hata ni Tuhan, na sangap tongtong, rosuh-Ni ma bahen i dunia on.
Sai ulang be mabiar ganup, boiskon ma da gogohmu ganup.
Age roh sibolis lao mandorab ho, sai tatap ma Jesus na lompou gogoh.
- Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS