- Doding: Haleluya No. 236:1-2
Seng na tarhatahon haholongan ni,
uhur ni Tuhanta bai pardousa in.
Pusok do uhurni bani jolma in,
na so ra unduk bani hataNi in.
Sol pagoluhon-Ni ganup jolma in.
Sol pasonangon-Ni ‘ge parjahat in.
Asal itangihon haganupan in.
Hata hagoluhan binoan-Ni in.
- Tonggo
- Ayat Harian
“Ai mangahap do ahu bani panlanggaronku, anjaha tongtong do sonson i lobeihu dousangku.” (Psalmen 51:5)
“Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.” (Mazmur 51:5)
- Renungan: Menjadi Orang yang Sadar
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
kapan terakhir kali kita sadar akan dosa atau kesalahan yang kita lakukan? Lalu, bagaimana kita bisa sadar? Apakah ada orang lain yang mengingatkan kita akan dosa atau kesalahan tersebut? Jika ya, maka kita mengalami hal yang sama dengan apa yang dialami oleh Daud. Sampai sebelum nabi Natan datang kepadanya, Daud sama sekali tidak sadar akan kesalahan dan dosa yang ia lakukan bersama dengan Batsyeba. Namun, setelah nabi Natan menyatakan dosa dan kesalahannya, Daud tidak menghindar dan tidak memosisikan dirinya sebagai orang yang tidak berdosa. Ia menyadari bahwa benar ia telah melakukan pelanggaran kepada Tuhan. Itulah yang menjadi doanya, seperti yang tertulis di dalam Mazmur 51 ini.
Inilah salah satu pekerjaan terberat kita sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, yaitu memiliki kesadaran. Apakah kita sadar bahwa dengan kalimat yang baru saja kita ucapkan kepada seseorang, ternyata telah membuatnya merasa bersalah dan menjadi ketakutan? Apakah kita sadar bahwa dengan satu perbuatan yang baru saja kita lakukan, ternyata telah menyakiti orang di sekitar kita dan membuatnya merasa tidak dihargai? Apakah kita sadar bahwa dengan satu pikiran yang baru saja kita pikirkan, ternyata telah membuat Tuhan merasa sedih? Saat kita sadar, maka saat itulah kita memahami bahwa kita bukanlah manusia yang sempurna. Saat kita sadar, maka saat itulah kita membutuhkan pengampunan dari Tuhan.
Setelah sadar akan pelanggarannya, Daud memohon kepada Allah agar Ia menyembuhkan anak yang dilahirkan Batsyeba. Ia berpuasa dengan tekun sambil berbaring di tanah. Ia bahkan tidak mau makan selama itu. Namun setelah hari ketujuh, matilah anak itu, dan Daud mengerti apa yang telah terjadi. Ia bertukar pakaian, masuk ke dalam rumah Tuhan dan sujud menyembah. Ia berlaku menjadi seorang yang sadar akan pelanggarannya, yang memohon ampun dan belas kasihan dari Tuhan, sampai Tuhan menjawab permohonannya. Setelah Tuhan menjawab doanya, ia tetap menjalani hidupnya dan tidak melupakan Tuhan dalam penyembahannya. Walau ia bergumul dengan dosanya, namun ia tidak undur dari Tuhannya. Dengan sangat keras ia memohon kepada Tuhan agar mengampuni pelanggaran dan dosanya. Inilah dampak dari kesadaran yang muncul dari diri Daud, dan itu jugalah yang menjadi refleksi bagi kita hari ini. Asahlah pikiran dan perasaan kita setajam mungkin, sehingga kita benar-benar mampu untuk menyadari dampak dari segala sesuatu yang kita ucapkan, lakukan, dan pikirkan, tidak hanya kepada orang lain, namun juga kepada diri kita sendiri, terlebih lagi kepada Tuhan. Amin.
- Doding: Haleluya No. 102:1
Ham tong-tong ihutkononku, Jesus Sipagoluh au.
Seng anjai tadingkononku, Ham na paluahkon au.
Humbai haganup dousangku, pakon humbai uhum in.
Na tongtong habiaranku, ibaen pardousaonkin. - Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS